Kamis, 12 Januari 2012

contoh teks drama islami


Musik                          : Down-up-down
Ann                             : Assalamu’alaikum wr.wb
Inilah siaran radio Pendidikan Agama Islam yang dikembangkan dan dikelola oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Siaran ini ditujukan kepada siswa MI di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.
Musik                          : Down-up
Ann                             : Selamat berjumpa kembali anak-anak MI kelas V
Pada kesempatan kali ini kami hadir memberikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sub bidang studi Aqidah-Akhlak dengan materi pokok “PUASA”
Musik                          : Down-up
Ann                             : Setealh selesai mendengarkan program ini, kalian akan dapat:
a.    Menjelaskan arti puasa ramadhan
b.   Menjelaskan manfaat puasa ramadhan
c.    Membiasakan puasa ramadhan
Baiklah, sekarang mari kita dengarkan dialog yang terjadi di sebuah keluarga sederhana antar saudara yang bernama Anisa, Imam, dan Aminah beserta Ibu mereka.
Musik                          : Down-up-Down
Narator                        : Sore itu setelah melakukan sholat magrib berjamaah, sebuah keluarga yang terdiri dari Ibu dan tiga orang anak sedang berkumpul di ruang tengah dan mengobrol santai
Musik                          : Down
ANISA                       : “Ternyata tidak terasa sudah memasuki bulan puasa lagi.”
IMAM                         : “Iya yach … cepat sekali.”
IBU KHUMAIRA     : “Ya begitulah … waktu terus berjalan. Dan alhamdulillah … keluarga kita ini masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa menjalankan perintah-perintah nya. Seperti halnya berpuasa di bulan Ramadhan.”
AMINAH                   : “Sebaiknya kita harus selalu bersyukur kepada Allah, yang mana kita ini diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Apalagi dengan keadaan kedua orang tuamu ini yang semakin bertambah tua. Ibu ibumu senantiasa menjalankan apa yang diperintah oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh Allah.”
IBU KHUMAIRA     : “Benar anakku. Kalian juga harus taat kepada Allah dan selalu mengikuti ajaran yang dibawakan oleh Rasulullah Muhammad SAW.”
MUSIK                       : Up-Down
ANISA                       : “Ibu … apa memang puasa Ramadhan ini diwajibkan kepada setiap manusia?”
IBU KHUMAIRA     : “Ya. Puasa Ramadhan ini wajib dilaksanakan oleh setiap manusia yang tentunya beriman kepada Allah. Sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu sebelum kamu. Agar kamu menjadi orang yang bertaqwa.”
IMAM                         : “Berapa lama sih kita berpuasa ini ?”
IBU KHUMAIRA     : “Puasa yang dilakukan di bulan Ramadhan ini lamanya 30 hari atau 29 hari.”
IMAM                         : “Wah … lama juga yach. Mana aku kuat, bu ?! Dua hari berpuasa ini saja sudah terasa lapar dan haus.”
IBU KHUMAIRA     : “Namanya juga berpuasa. Karena puasa itu menahan diri untuk tidak makan dan minum selama azdan Maghrib belum berkumandang.”
ANISA                       : “Apa memang anak kecil sudah diwajibkan puasa, bu ?”
IBU KHUMAIRA     : “Yang sudah diwajibkan adalah anak yang berusia sudah baligh. Sedangkan anak yang belum baligh itu bahwa puasa merupakan latihan yang perlu diajarkan sedini mungkin”
AMINAH                   : “Betul dik, apa yang dikatakan Ibu. Dulu ketika ibu masih kecil tidak pernah diajarkan oleh orangtuanya. Karena waktu dulu pengetahuan orangtua tentang agama sangat minim. Jadi kalian sangat bersyukur mendapat ilmu agama yang baik. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang. Banyak media yang dapat memberikan informasi lengkap tentang puasa.”
ANISA                       : “Benar juga yach. Tapi kenapa masih ada yang belum melakukan puasa ? Padahal mereka sudah tahu kalau bulan ini bulan Ramadhan.”
IBU KHUMAIRA     : “Yach begitulah … manusia yang belum mengerti kewajiban sebagai umat islam. Kadang yang mengaku dirinya Muslim malah sengaja tidak mematuhi perintah Allah. Mungkin saja imannya belum begitu mantap dan belum mendapatkan hidayah dari Allah SWT.”
AMINAH                   : “kakak juga heran, bu. Dengan kehidupan keluarga bang Rozak. Coba kita lihat, diawal puasa hingga kini, Mpok Imah sibuk dengan dagangannya. Yach … memang kakak rasa cukup bagus sih mencari rizqi dengan berjualan. Apalagi buat kebutuhan orang berbuka puasa. Tapi yang kakak lihat, karena ramainya si pembeli sepertinya Mpok Imah tidak sempat melakukan sholat.”
IBU KHUMAIRA     : “Mudah – mudahan saja dia diberikan hidayah. Kalau perlu kita ingatkan untuk bisa tetap menjalankan perintah Allah. Bukankah rizqi dari berdagang itu juga berasal dari Allah ?! Nah … untuk itu wajib bersyukur dengan melakukan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.”
AMINAH                   : “Oh ya, bu… Sebentar, kakak mau siapkan buka puasa dulu. Karena sebentar lagi bedug Maghrib akan tiba.”
ANISA                       : “Bu, tolong belikan kolak pisang dan soto mie di bu Halimah.”
IMAM                         : “Ya, bu. Aku minta es kelapa, pacar cina campur biji salak.”
AMINAH                   : “Aduh … kalian ini, mau buka puasa atau mau pesta sih. Sepertinya mau menyiapkan segala makanan untuk buka puasa.”
IBU KHUMAIRA     : “Astaghfirullah … bukan begitu caranya berbuka puasa nak... Bukan semua makanan itu harus dimakan ketika buka puasa. Sebagaimana dengan ajaran Rasulullah, ketika beliau berbuka puasa hanya memakan tiga butir kurma dan segelas air. Ini sering terjadi ketika siang hari keinginan makan apa saja maunya buat buka puasa. Tapi ketika buka puasa malah selera makan tidak seperti siang hari.”
IMAM                         : “Mana bisa kenyang, bu.”
AMINAH                   : “Makan kurma dulu. Nanti sehabis sholat maghrib baru makan nasi.”
ANISA                       : “Memangnya buka puasa tidak boleh makan nasi dulu.”
IBU KHUMAIRA     : “Bukannya tidak boleh. Kita seharusnya mengikuti sunah Rasul. Karena memang ada faedahnya. Jika kita makan nasi dulu sampai kenyang maka sepertinya ketika sholat merasa kekenyangan. Sehingga terganggu sholatnya. (suara adzan maghrib) Nah … itu suara adzan maghrib. Menandakan waktu buka puasa. (tiba-tiba Anisa & Imam buru-buru makan kurma) Hai ingat … baca doa buka puasa dulu. (mereka semua baca doa & kemudian makan) setelah ini kita sama-sama ke masjid yach.”
ANAK-ANAK           : SIAP Bu…
Music                          :up down up
Narrator                       : Demikianlah dialog yang terjadi di sebuah ruang keluarga
Music                          : up down
Narrator                       : Setelah anak-anak menyimak dialog yang terjadi di ruang keluarga tersebut tentu kalian dapat mengambil kesimpulan mengenai pengertian, manfaat dari puasa ramadhan. Sehingga kalian bisa membiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Music                          : up-down
Ann                             : Demikianlah siaran radio pendidikan agama islam yang dikembangkan dan dikelola oleh mahasiswa fakultas tarbiyah jurusan pendidikan agama Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, semoga bermanfaat bagi anak-anak MI kelas V. Amin.
Wassalamu’alaikuum wr. wb
Music                          : up-down

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar